Pancasila dan UUD 1945
Nilai spiritual, sosial, hak dan kewajiban, persatuan, demokrasi, supremasi hukum, serta tanggung jawab warga menjadi landasan seluruh butir asesmen.
Kerangka pembelajaran dan asesmen menggabungkan nilai Pancasila, UUD NRI 1945, hak asasi manusia, demokrasi, kebinekaan, kewarganegaraan global, digital, dan media dengan Three-E, AR/VR, Bloom Revisi, serta SOLO.
Nilai spiritual, sosial, hak dan kewajiban, persatuan, demokrasi, supremasi hukum, serta tanggung jawab warga menjadi landasan seluruh butir asesmen.
E-Learning mendukung akses fleksibel, E-Readiness mengukur kesiapan digital, dan E-Book menyediakan materi interaktif yang dapat dipelajari kembali.
Teknologi digunakan untuk memvisualisasikan sejarah, proses pemerintahan, pemilu, konflik sosial, dan isu global secara kontekstual serta imersif.
Penilaian menggabungkan pengetahuan, sikap, keterampilan, proyek, portofolio digital, self-assessment, peer-assessment, dan learning analytics.
Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, hak dan kewajiban, serta tujuan nasional.
HAM, perdamaian, keadilan sosial, keberlanjutan, kerja sama lintas budaya, dan tanggung jawab global.
Etika digital, keamanan data, partisipasi daring, e-government, teknologi untuk kepentingan sosial, dan jejak digital.
Literasi media, cek fakta, bias, misinformasi, pembentukan opini publik, dan komunikasi yang bertanggung jawab.
Musyawarah, pemilu, lembaga negara, supremasi hukum, konstitusi, kebijakan publik, dan partisipasi warga.
Kejujuran, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, empati, komunikasi, dan penyelesaian konflik.
Setiap level Bloom dipadukan dengan kualitas jawaban SOLO dan konteks teknologi.
Mengidentifikasi konsep, hak, kewajiban, simbol, aturan, dan sumber informasi melalui e-book atau media interaktif.
Menjelaskan hubungan teknologi, media, masyarakat, demokrasi, HAM, dan nilai Pancasila.
Menggunakan platform digital secara etis untuk diskusi, simulasi, kampanye sosial, atau layanan publik.
Membedakan fakta, kepentingan, dampak, aktor, risiko, dan akar masalah sosial-politik.
Mengevaluasi konten, kebijakan, dan solusi berdasarkan bukti, legalitas, etika, keadilan, serta keberlanjutan.
Merancang proyek, aplikasi, kampanye, policy brief, atau sistem partisipasi yang terukur dan bertanggung jawab.
Memahami konsep kewarganegaraan, menganalisis bukti, mengevaluasi kebijakan, dan merancang solusi.
Bloom: Remember → CreateMenerima, menanggapi, menilai, mengorganisasi, dan menghayati nilai tanggung jawab, HAM, etika, dan kebinekaan.
Receiving → CharacterizingMengoperasikan teknologi, memodifikasi proyek, menggunakan alat secara tepat, menciptakan produk, dan mengomunikasikan hasil.
Imitation → NaturalizationMateri rekomendasi dalam hasil asesmen diarahkan pada sumber legal dan kredibel berikut.